|
Orang gila tak pernah bohong, sedangkan seni itu adalah kejujuran wajar kalau seniman di anggap gila, gila itu indah, hanya
orang-orang gila yang bisa menikmati indahnya gila, suatu hal wajar, orang sableng hidup di jaman edan, bukankah kondisi menentukan
watak. Jadi, kalu ada orang yang tersentil telinganya, kebakaran jenggotnya, atau terganggu eksistensinya dengan kelakuan
saya, maka situ guoblok, wong saya gila,sebagai orang gila saya wajib menjalankan kewajiban saya sebagai orang gila, orang
gilakan kerjanya memaki, mengkritik dan teriak seenak udel.Sebagai orang gila yang kreativ dan innovative, pokoke semua tive-tive
yang konotasinya baik. Maka saya menyuarakan seni adalah seni, tapi seni bukan hanya untuk seni,kepercayaan "seni untuk
seni" lahir ketika seorang seniman diluar keselarasan dengan lingkungannya,lalu apa bedanya dengan ONANI??? kepercayaan
seni untuk seni ini sangat jauh sekali dari fungsi seni dalam membantu perkembangan kesadaran dalam memajukan sistem sosial
dalam masyarakat...bagiku, seni adalah untuk perubahan,adalah seni progresif, dan aku tidak akan mati dalam onani estetik...
maka seniku akan melintas zaman, melintas ruang dan waktu, ia akan menjadi hyper realita di benak penikmatku, hingga realita
berontak...Kiranya sekian pragila dari saya semoga kehadiran tulisan orang gila bermanfaat buat kalian yang ngaku waras. Selamat
gila...
|